Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar..
Laailaha illallahu Allahu Akbar..
Allahu Akbar walillahilhamd..
Takbir menggema di setiap ruang dan tempat di sini. Hari ini, tanggal 1 syawal 1446 H, atau 31 Maret 2025 M adalah hari raya idul fitri bagi umat muslim. Hari kemenangan bagi orang-orang yang melaksanakan puasa penuh 1 bulan ramadhan, hari dimana semua orang merayakannya dengan suka cita karena telah berhasil memanfaatkan 1 bulan penuh dalam mendekatkan diri kepada Allah. Atau,,, malah bersedih karena bulan ramadhan telah berlalu, kesempatan upgrade keimanan telah lewat, atau mungkin juga sedih karena takut tidak mendapatkan kesempatan ramadhan di tahun depan. Semoga Allah memberikan kesempatan itu. Aamiin ya robbal alamiin..


Lebaran tahun ini kami mudik ke Pekalongan, di rumah Opa dan Omanya anak-anak. Kami berangkat dari Semarang hari jumat tanggal 28 Maret 2025. Perjalanan dari Semarang ke Pekalongan relatif padat lancar, karena posisi mudik kami melawan arus, jadi lewat pantura, bukan Lewat tol. Lebaran kali ini beda, atau tepatnya mengulang di 31 tahun yg lalu (kalender hijriyah), saya menikmati takbir bukan di rumah, atau masjid, tapi di rumah sakit. Anak ke 3 kami, atau anak perempuan satu2nya kami (31) terkena typus dan di haruskan rawat inap. Kejadian ini bukan yg pertama, karena 31 tahun yg lalu, saya yg rawat inap di rumah sakit (utk kesekian kalinya) dan bertepatan lebaran (1 syawal 1415 H/ 3 Maret 1995 M).


Azkiya, anak kami ketiga, merupakan bentuk jama’ dari kata zakki, yang berarti suci atau bersih… Semoga dengan nama ini kami kembali bersih di bulan yg suci ini, dan dijaga terus kesucian ini dari penyakit fisik maupun hati. Nak, percayalah semua ini pasti ada hikmahnya, kita tidak perlu disibukkan dengan memikirkan mengapa ini terjadi dan kenapa ini terjadi pada kita. Tidak perlu, karena selain membuang tenaga dan pikiran kita, kita harus menghindari kufur nikmat. Percayalah, pasti ada sesuatu yang baik dan indah setelah semua ini terjadi, seperti selalu ada pelangi setelah hujan. Tugas kita hanya sabar dan tawakal saja, karena itu yg di perlukan untuk saat ini dan seterusnya.


Tahun ini, tahun terberat bagi keluarga kami, karena baru pertama kali ini lebaran tidak satu atap. Kami (saya dan istri) menemani anak bontot di RS, kedua kakaknya di rumah Opa dan Omanya. Semoga lebaran tahun ini menjadikan kami lebih bertakwa dan lebih sabar. Terima kasih kakak-kakak yang tidak rewel walaupun tidak lebaran bareng. Semoga kalian istiqomah dalam belajar dan bertumbuh. Jadilah anak sholeh dan bermanfaat buat sesama. Dan buat anak bontot, cepat sembuh nak, jadilah anak sholehah dan bermanfaat juga ya.. Aamiin ya robbal alamiin.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H, mohon maaf lahir batin buat semuanya yang meluangkan waktu membaca postingan singkat ini. Semoga kita semua di berikan kesehatan, keberkahan dan kebermanfaatan. Aamiin ya robbal alamiin..